WartaPublik

  • Besarkan font
  • Font Normal
  • Kecilkan font

Home Pemerintahan Pemerintah DKI Komitmen Bantu Perjuangkan Nasib Guru

Pemerintah DKI Komitmen Bantu Perjuangkan Nasib Guru

Tanjung Priok, Wartapublik.net
Pemerintah DKI Jakarta terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi guru dan pendidikan. Salah satu komitmen dalam bidang pendidikan, saat ini Pemprov DKI telah menetapkan wajib belajar 12 tahun dari tingkat SD hingga SMA.


Demikian diungkapkan oleh Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, saat memberikan sambutan dalam acara silahturahmi guru honer di Kota Administrasi Jakarta Utara dari tingkat SD hingga SMA, yang dilaksanakan oleh Himpunan Guru Jakarta, bertempat di GOR Jakarta Utara, Senin (06/08) malam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasudin Dikdas Jakarta Utara, Dian Hardian, Supardi, anggota DPD RI Perawakilan DKI, Titian anggota DPRD DKI dari Fraksi Demokrat.Adapun sebagai pemberi tausyiah oleh Ustad Syarifin Maloko.  

"Program wajib belajar 12 tahun adalah program yang sudah lama dirancang dan diprogramkan, hal ini tentu berdasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 8/2006 Pasal 16 Ayat F tentang Pendidikan," kata Yudi.  

Dalam kesempatan tersebut, Taufik Yudi juga merasa bangganya dapat bertemu dengan guru-guru. Dalam kesempatan itu, Taufik juga berharap guru dapat terus memberikan dedikasi terbaiknya kepada dunia pendidikan. Pendidikan di DKI Jakarta saat ini telah berada di jalur yang benar, hal ini tentu tak lepas dari peran serta para guru Jakarta yang hadir pada saat ini.

Untuk terus menjalankan  operasional sekolah, Taufik Yudi memerintahkan kepada Kepala Suku Dinas, untuk dapat mencairkan segera dana operasional sekolah selama tiga bulan.

Jika ada perbedaan, dalam kesempatan ini, saya juga meminta agar rasa persaudara dan silahturahmi,  agar terus dijaga dan jangan sampai kita tercerai berai. Mari kita berdoa dan terus bersyukur, dan terus memberikan pengajaran kepada peserta didik secara all out, dan jadikan tugas sebagai ibadah, tambah Taufi Yudi.

Sementara itu Pardi, menyatakan, terkait dengan wajib belajar selama 12 tahun yang diterapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta, dalam hal ini telah diprogramkan  dua tahun lalu. Adapun keinginan agar para guru honor untuk mendapatkan perhatian dan menjadi PNS, saya dalam hal ini juga telah berjuang.

Dalam kesempatan itu, Ayub S.Ag, salah seorang guru honorer di SMPN 261 Jakarta, menjelasakan, saya telah mengambdi menjadi guru sejak 1994 lalu. Untuk jumlah guru honorer di sekolah kami ada 13 orang dengan 7 orang Tata Usaha. Saat ini sudah ada tujuh orang yang telah melaksanakan pemberkasan salah satunya saya, Saya sangat berharap agar Pemerimtah DKI Jakarta bisa memberikan perhatian bagi kami, harap Ayub.(Aloy/Amd)

 


 

Ingin tulisan/kegiatan/berita/foto anda dimuat di wartapublik.net ?

Klik Disini...!!!

Jumlah Kunjungan Konten : 591081

By Plimun Web Design


   KANTIN PAK H. (Kantor WALIKOTA)